Minggu, 20 Maret 2011

Cave Spider Survey: gua wisata

Narsis doang...setelah berjam-jam nunak-nunuk mengamati si laba-laba gua

Sustainable tourism for the cave spider

Kegiatan wisata gua merupakan salah satu contoh bagian dari nilai ekonomis kawasan karst. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah kegiatan wisata gua harus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan baik wisatawan/pelaku kegiatan, maupun gua itu sendiri beserta isinya. Keselamatan gua dan isi di dalamnya hanya dapat dijaga dengan dasar riset yang kuat dan komprehensif, artinya data yang dibutuhkan bersifat menyeluruh dan valid secara ilmiah.

Sebagai contoh, laba-laba buta Menoreh, yang salah satu habitatnya adalah gua (yang telah dikembangkan untuk kegiatan) wisata, tentunya memiliki resiko lebih tinggi terhadap ancaman khususnya kerusakan habitat.

Diperlukan pengelolaan ekstra hati-hati jika kita menginginkan spesies bernilai ilmiah ini tetap lestari.

Sabtu, 12 Maret 2011

Kill Nothing but Time


Sebuah pesan sederhana buat penggiat penelusuran gua (caver).

Troglobit, mereka hidup dalam lingkungan sangat stabil. Sedikit saja perubahan pada habitat mereka, akan sangat membahayakan kehidupan mereka.
Sedikit tips, khususnya untuk troglobit terestrial, lebih khusus lagi laba-laba buta Menoreh:
1. Pastikan kegiatan penelusuran anda benar-benar PENTING. Kegiatan dengan tujuan rekreasi, latihan, atau sejenisnya dapat dilakukan di gua wisata/ gua dengan tingkat resiko kerusakan rendah.
2. Batasi JUMLAH personel. Semakin banyak anggota tim, akan mempertinggi resiko kerusakan habitat troglobit.
3. Pastikan aktivitas Anda aman, perhatikan saat Anda berjalan, merayap, istirahat di tempat yang BENAR. Jangan sekali-sekali MEROKOK, membuang sampah, dan melakukan aktivitas tidak perlu di dalam gua, usahakan memakai penerangan elektrik untuk lorong-lorong yang jauh dari mulut gua.
4. Karakteristik habitat laba-laba gua: lorong-lorong dalam yang lembab, biasanya dekat aliran sungai kecil/ genangan perkolasi. Kenali habitat mereka dan BATASI akses ke lorong-lorong seperti disebut di atas.
5. Buat laporan/ catatan jika ada temuan baru di gua yang Anda telusuri.

Jangan sampai tindakan KONYOL karena KETIDAKTAHUAN kita menjadi MALAPETAKA bagi kehidupan di gua yang BERNILAI TINGGI!!

Salam

Sabtu, 12 Februari 2011

Laba-laba dalam statistik

Laba-laba, sebuah bangsa hewan yang memiliki anggota sangat banyak. Mereka terdistribusi ke seluruh penjuru bumi, ke berbagai habitat, dan memiliki berbagai cara hidup.

Dalam katalog World Spider Catalog Platnick, saat ini Bangsa Araneae (laba-laba sejati) beranggotakan 110 famili/suku yang telah diakui kevalidannya. Dari sejumlah itu, jumlah jenis yang diketahui adalah 42. 055 jenis. Berikut ini adalah gambaran komposisi jenis-jenis laba-laba di seluruh dunia, dengan 9 suku yang memiliki anggota paling banyak.

Prosentase jumlah jenis laba-laba didunia (menurut Katalog Platnick).

Dari gambar di atas diketahui bahwa Salticidae merupakan suku yang memiliki jumlah jenis anggota terbesar, saat ini meliputi 5337 jenis atau menyusun kurang lebih 13 % dari seluruh laba-laba yang telah diketahui. Tempat kedua diduduki Lyniphiidae, disusul Araneidae di tempat ke tiga. Laba-laba pemburu Lycosidae menempati posisi ke empat.

Salticidae, suku yang menempati urutan pertama dalam hal jumlah jenis anggota. Foto Sidiq Harjanto