Bathippus sp. (Salticidae). Foto Sidiq Harjanto
Minggu, 06 Oktober 2013
Selasa, 04 Desember 2012
Si cantik yang mematikan
Teman saya telah mengirimkan foto spesimen laba-laba yang telah rusak. Gigitan laba-laba ini dilaporkan menyebabkan sakit yang luar biasa hingga kelumpuhan selama beberapa hari. Saya langsung tertarik dengan foto tersebut, karena meskipun telah rusak, cukup jelas bahwa laba-laba itu dari Suku Theridiidae. Dalam kelompok ini terdapat si laba-laba janda dari Amerika (Latrodectus mactans) yang gigitannya dapat mengakibatkan kematian.
Beberapa hari kemudian saya mengunjungi tempat asal spesimen tersebut dikoleksi. Seorang ibu (saya lupa nama beliau) bersama suami dan anaknya membantu saya mencari laba-laba yang menurut informasi banyak dijumpai di tempat itu. Sambil mencari, beliau bercerita bahwa pada musim-musim tertentu banyak sekali laba-laba bersarang di lahan pertanian. Pada saat itu juga, banyak petani yang tergigit dan harus dirawat di rumah sakit. Biasanya karena tanpa sengaja memegang si laba-laba atau mengusik sarangnya.
Setelah beberapa saat berkeliling ladang, akhirnyaaa... Satu sarang yang masih aktif pun ditemukan di rerumputan. Saya mencoba mengamati si delapan tungkai itu dari dekat sambil mengambil beberapa foto. Dia cantik, tubuh dan tungkai-tungkainya dominan berwarna hitam. Ada warna merah di bagian punggung, sekilas seperti tanda panah dari bagian belakang ke depan. Di bagian ventral ada tanda menyerupai 'jam pasir' yang juga berwarna merah. Si cantik ini dengan anggun menjaga 3 kantong telur di sarangnya yang tidak beraturan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, laba-laba ini saya yakini dari Marga Latrodectus. Saya mengoleksi laba-laba itu berikut telur-telurnya.
Saya buka literatur dari artikel dan beberapa situs internet, mencoba mengidentifikasi jenis laba-laba misterius tersebut. Saya tidak berani memberi memastikan jenis laba-laba yang bertanggungjawab atas gigitan menyakitkan para petani. Tetapi dugaan saya mengarah ke Latrodectus hasselti. Di literatur disebutkan jenis ini native benua Australia, meskipun populasi-populasi kecil ditemukan juga di New Zealand, Jepang, dan beberapa negara lainnya sebagai spesies introduksi.
Jika benar spesimen yang saya koleksi tersebut adalah L. hasselti, bagaimana mereka sampai di sini? Di tanah Jawa?
*didedikasikan untuk semua korban gigitan laba-laba*
Beberapa hari kemudian saya mengunjungi tempat asal spesimen tersebut dikoleksi. Seorang ibu (saya lupa nama beliau) bersama suami dan anaknya membantu saya mencari laba-laba yang menurut informasi banyak dijumpai di tempat itu. Sambil mencari, beliau bercerita bahwa pada musim-musim tertentu banyak sekali laba-laba bersarang di lahan pertanian. Pada saat itu juga, banyak petani yang tergigit dan harus dirawat di rumah sakit. Biasanya karena tanpa sengaja memegang si laba-laba atau mengusik sarangnya.
Setelah beberapa saat berkeliling ladang, akhirnyaaa... Satu sarang yang masih aktif pun ditemukan di rerumputan. Saya mencoba mengamati si delapan tungkai itu dari dekat sambil mengambil beberapa foto. Dia cantik, tubuh dan tungkai-tungkainya dominan berwarna hitam. Ada warna merah di bagian punggung, sekilas seperti tanda panah dari bagian belakang ke depan. Di bagian ventral ada tanda menyerupai 'jam pasir' yang juga berwarna merah. Si cantik ini dengan anggun menjaga 3 kantong telur di sarangnya yang tidak beraturan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, laba-laba ini saya yakini dari Marga Latrodectus. Saya mengoleksi laba-laba itu berikut telur-telurnya.
Saya buka literatur dari artikel dan beberapa situs internet, mencoba mengidentifikasi jenis laba-laba misterius tersebut. Saya tidak berani memberi memastikan jenis laba-laba yang bertanggungjawab atas gigitan menyakitkan para petani. Tetapi dugaan saya mengarah ke Latrodectus hasselti. Di literatur disebutkan jenis ini native benua Australia, meskipun populasi-populasi kecil ditemukan juga di New Zealand, Jepang, dan beberapa negara lainnya sebagai spesies introduksi.
Jika benar spesimen yang saya koleksi tersebut adalah L. hasselti, bagaimana mereka sampai di sini? Di tanah Jawa?
*didedikasikan untuk semua korban gigitan laba-laba*
Lebih dari satu tahun tak tersentuh..
Heran...
Tadi malam tiba-tiba teringat, loh saya kan punya blog..kok bisa lupa yaa..
Terus saya buka blog ini dan hmm, sedikit demi sedikit semangat saya untuk menulis mulai tumbuh.
Baiklah, kita mulai lagi. Dunia delapan tungkai selalu menarik, dan semoga akan ada banyak hal baru di depan sana.
Minggu, 20 Maret 2011
Cave Spider Survey: gua wisata
Narsis doang...setelah berjam-jam nunak-nunuk mengamati si laba-laba guaSustainable tourism for the cave spider
Kegiatan wisata gua merupakan salah satu contoh bagian dari nilai ekonomis kawasan karst. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah kegiatan wisata gua harus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan baik wisatawan/pelaku kegiatan, maupun gua itu sendiri beserta isinya. Keselamatan gua dan isi di dalamnya hanya dapat dijaga dengan dasar riset yang kuat dan komprehensif, artinya data yang dibutuhkan bersifat menyeluruh dan valid secara ilmiah.
Sebagai contoh, laba-laba buta Menoreh, yang salah satu habitatnya adalah gua (yang telah dikembangkan untuk kegiatan) wisata, tentunya memiliki resiko lebih tinggi terhadap ancaman khususnya kerusakan habitat.
Diperlukan pengelolaan ekstra hati-hati jika kita menginginkan spesies bernilai ilmiah ini tetap lestari.
Diperlukan pengelolaan ekstra hati-hati jika kita menginginkan spesies bernilai ilmiah ini tetap lestari.
Sabtu, 12 Maret 2011
Kill Nothing but Time

Sebuah pesan sederhana buat penggiat penelusuran gua (caver).
Troglobit, mereka hidup dalam lingkungan sangat stabil. Sedikit saja perubahan pada habitat mereka, akan sangat membahayakan kehidupan mereka.
Sedikit tips, khususnya untuk troglobit terestrial, lebih khusus lagi laba-laba buta Menoreh:
1. Pastikan kegiatan penelusuran anda benar-benar PENTING. Kegiatan dengan tujuan rekreasi, latihan, atau sejenisnya dapat dilakukan di gua wisata/ gua dengan tingkat resiko kerusakan rendah.
2. Batasi JUMLAH personel. Semakin banyak anggota tim, akan mempertinggi resiko kerusakan habitat troglobit.
3. Pastikan aktivitas Anda aman, perhatikan saat Anda berjalan, merayap, istirahat di tempat yang BENAR. Jangan sekali-sekali MEROKOK, membuang sampah, dan melakukan aktivitas tidak perlu di dalam gua, usahakan memakai penerangan elektrik untuk lorong-lorong yang jauh dari mulut gua.
4. Karakteristik habitat laba-laba gua: lorong-lorong dalam yang lembab, biasanya dekat aliran sungai kecil/ genangan perkolasi. Kenali habitat mereka dan BATASI akses ke lorong-lorong seperti disebut di atas.
5. Buat laporan/ catatan jika ada temuan baru di gua yang Anda telusuri.
Jangan sampai tindakan KONYOL karena KETIDAKTAHUAN kita menjadi MALAPETAKA bagi kehidupan di gua yang BERNILAI TINGGI!!
Salam
Troglobit, mereka hidup dalam lingkungan sangat stabil. Sedikit saja perubahan pada habitat mereka, akan sangat membahayakan kehidupan mereka.
Sedikit tips, khususnya untuk troglobit terestrial, lebih khusus lagi laba-laba buta Menoreh:
1. Pastikan kegiatan penelusuran anda benar-benar PENTING. Kegiatan dengan tujuan rekreasi, latihan, atau sejenisnya dapat dilakukan di gua wisata/ gua dengan tingkat resiko kerusakan rendah.
2. Batasi JUMLAH personel. Semakin banyak anggota tim, akan mempertinggi resiko kerusakan habitat troglobit.
3. Pastikan aktivitas Anda aman, perhatikan saat Anda berjalan, merayap, istirahat di tempat yang BENAR. Jangan sekali-sekali MEROKOK, membuang sampah, dan melakukan aktivitas tidak perlu di dalam gua, usahakan memakai penerangan elektrik untuk lorong-lorong yang jauh dari mulut gua.
4. Karakteristik habitat laba-laba gua: lorong-lorong dalam yang lembab, biasanya dekat aliran sungai kecil/ genangan perkolasi. Kenali habitat mereka dan BATASI akses ke lorong-lorong seperti disebut di atas.
5. Buat laporan/ catatan jika ada temuan baru di gua yang Anda telusuri.
Jangan sampai tindakan KONYOL karena KETIDAKTAHUAN kita menjadi MALAPETAKA bagi kehidupan di gua yang BERNILAI TINGGI!!
Salam
Sabtu, 12 Februari 2011
Laba-laba dalam statistik
Laba-laba, sebuah bangsa hewan yang memiliki anggota sangat banyak. Mereka terdistribusi ke seluruh penjuru bumi, ke berbagai habitat, dan memiliki berbagai cara hidup.
Dalam katalog World Spider Catalog Platnick, saat ini Bangsa Araneae (laba-laba sejati) beranggotakan 110 famili/suku yang telah diakui kevalidannya. Dari sejumlah itu, jumlah jenis yang diketahui adalah 42. 055 jenis. Berikut ini adalah gambaran komposisi jenis-jenis laba-laba di seluruh dunia, dengan 9 suku yang memiliki anggota paling banyak.
Dari gambar di atas diketahui bahwa Salticidae merupakan suku yang memiliki jumlah jenis anggota terbesar, saat ini meliputi 5337 jenis atau menyusun kurang lebih 13 % dari seluruh laba-laba yang telah diketahui. Tempat kedua diduduki Lyniphiidae, disusul Araneidae di tempat ke tiga. Laba-laba pemburu Lycosidae menempati posisi ke empat.
Dari gambar di atas diketahui bahwa Salticidae merupakan suku yang memiliki jumlah jenis anggota terbesar, saat ini meliputi 5337 jenis atau menyusun kurang lebih 13 % dari seluruh laba-laba yang telah diketahui. Tempat kedua diduduki Lyniphiidae, disusul Araneidae di tempat ke tiga. Laba-laba pemburu Lycosidae menempati posisi ke empat.
Jumat, 31 Desember 2010
Tahun Baru ala 8tungkai
Setahun lebih DELAPANTUNGKAI bertualang menembus belantara, menelusuri lorong-lorong gelap perut bumi, hingga merawat beberapa makhluk bertungkai delapan dengan segenap harapan untuk berkontribusi dalam menguak fakta seberapa kaya bangsa ini akan laba-laba dan kerabatnya. Suka, duka, gundah, dan sejuta perasaan lain pernah menghinggapi DELAPANTUNGKAI. Teringat saat suatu malam harus berjuang menembus gelap malam untuk berburu Stygophrynus dammermani versi epigean, saat berjuang mati-matian menulis surat elektronik berbahasa Inggris hingga akhirnya terjawab sudah laba-laba kuning itu sebagai Platythomisus octomaculatus, dan saat-saat merawat Hyllus diardi.Semua yang telah dilalui belumlah sebanding dengan kekayaan arachnofauna Indonesia. Dan di akhir tahun 2010 ini, sebuah harapan baru muncul. Semoga di tahun yang akan datang, semangat mengeksplor masih tetap menyala. Dan semoga DELAPANTUNGKAI akan terus menjadi bagian dari perlaba-labaan di negeri ini. Dengan laba-laba mari kita tumbuhkan kecintaan terhadap negeri yang sangat kaya ini...!
SELAMAT TAHUN BARU 2011...
Jayalah Arachnologi Indonesia!!
Langganan:
Postingan (Atom)






