Jumat, 07 Mei 2010

Keluarga ‘Besar’ Laba-laba Peloncat (Araneae: Salticidae): sebuah tinjauan


Salticidae dan ‘RTA clade’

Laba-laba peloncat (Fam. Salticidae), merupakan keluarga terbesar dalam bangsa laba-laba sejati (Araneae), dengan jumlah jenis yang telah terdeskripsi sekitar 5.000 jenis. Tidak mengherankan jika kelompok ini sangat mudah ditemukan di manapun di seluruh dunia. AME (anterior medial eyes) atau principal eyes, yaitu sepasang mata pada baris depan menjadi penciri untuk membedakan kelompok ini dengan laba-laba lainnya. Pada salticid, ukuran AME berkembang menjadi jauh lebih besar dan mata tersebut memiliki ketajaman penglihatan yang jauh lebih bagus daripada Arthropoda lainnya, bahkan dibandingkan dengan capung.

Meskipun evolusi laba-laba peloncat selalu menjadi teka-teki bagi para ahli, dengan analisis morfologi dan DNA menggunakan teknik kladistik, pola evolusi kelompok ini mulai terlihat. Perkembangan evolusioner laba-laba peloncat menjadi kelompok yang memiliki variasi besar sangat didukung dengan perkembangan yang unik pada penglihatan mereka. Mereka sangat bervariasi dalam morfologi, perilaku berburu, dan perilaku kawin; dan semuanya sangat berkaitan dengan penglihatan. Secara morfologis; mereka menunjukkan kombinasi warna yang unik, beberapa warna cerah seperti hijau, biru, merah, dan kuning, sedangkan lainnya menunjukkan warna-warna gelap. Beberapa jenis memiliki mekanisme meniru morfologi hewan lainnya seperti semut, kumbang, bahkan belalang sembah dan pseudoscorpion. Dalam kebiasaan berburu, strategi mereka bervariasi mulai dari ambushing (sit-and-wait strategy), sampai strategi berburu mengejar-menyergap layaknya kucing. Sedangkan dalam perkawinan kebanyakan mengandalkan visualisasi dan vibrasi.

Saltisidae merupakan anggota RTA clade, grup yang terdiri dari setidaknya setengah dari seluruh laba-laba yang diketahui. Kladus ini beranggotakan laba-laba dengan retrolateral tibial apophysis pada pedipalpi individu jantan. Famili-famili anggotanya (dengan beberapa pengecualian) adalah laba-laba yang telah kehilangan kemampuan membangun sarang. Asal usul saltisid sering dikaitkan erat dengan evolusi clubionid, thomisid, dan philodromid grup terutama dalam hal kemajuan alat penglihatan (khususnya mata primer), dan kemampuan menggerakkan retina menggunakan otot.

Sebagai anggota RTA clade, salticid dan beberapa famili kelompok pemburu dengan dua cakar bergabung dalam grup Dionycha. Pengetahuan mengenai hubungan filogeni antar dionychan sejauh ini diketahui dari studi filogeni molekuler intra familial, dengan menempatkan anggota famili lain sebagai outgrup. Corinnidae, Miturgidae, Gnaphosidae, Thomisidae, dan Philodromidae merupakan famili yang kemungkinan berkerabat dengan laba-laba peloncat. Sampai saat ini, berbagai studi filogeni memperkuat dugaan bahwa Salticidae adalah monophyletic grup jika dibandingkan dengan famili lainnya.

Salticoida

Ini mungkin kelompok paling maju dalam evolusi salticid. Tersusun oleh mayoritas jenis salticid yang ada saat ini, kelompok salticoid memiliki retina AME yang melengkung tajam. Beberapa perubahan evolusioner lainnya terjadi pada mata lainnya (di luar AME), misalnya mereduksinya PME (posterior medial eyes) yang mungkin terkait dengan pengembangan mata sekunder lainnya, serta perkembangan pada mata sekunder (anterior lateral eyes dan posterior lateral eyes). Perubahan pada susunan mata dan ketajaman penglihatan pada mata primer maupun sekunder, mengindikasikan bahwa penglihatan merupakan bagian utama evolusi pada salticid.

Ref:
Hill, David E.; and Richman, David B. 2009. The evolution of jumping spider (Areneae: Salticidae): a review. PECHKAMIA 75.1

4 komentar:

  1. halo, salam kenal bro...
    saya tanya : Jenis Laba-laba yang berkamuflase mirip dengan semut Rangrang, termasuk dalam jenis apa?

    BalasHapus
  2. Salam kenal juga...

    Setau saya ada beberapa jenis: Myrmarachne asimilis, M. plataleoides, dan mungkin masih ada jenis lainnya...

    BalasHapus
  3. apa laba-laba sempat evolusi??

    BalasHapus