Kelompok lain memiliki mekanisme ‘duduk dan menunggu mangsa’. Mereka tidak membangun jerat, melainkan menunggu mangsa yang mendekat dan menyergap dengan kecepatan tinggi. Kamuflase merupakan salah satu kunci keberhasilan predator tipe ini. Thomisid (laba-laba kepiting) misalnya, seringkali memiliki warna-warna cerah menyerupai bunga; sedangkan laba-laba lainnya kadang nampak menyatu dengan batang pohon. pada sarang berbentuk lubang di tanah. Tarantula, laba-laba primitif Lyphistiidae, dan laba-laba trapdoor berdiam di lubang pada tanah dan menyerang mangsa yang mendekati sarang mereka (diadopsi dari wikipedia).
Selain mekanisme yang disebutkan di atas, kelompok lainnya menggunakan strategi berburu aktif. Laba-laba pemburu dilengkapi dengan kemampuan mata yang luar biasa dalam mengidentifikasi keadaan di sekeliling mereka. Salticidae (laba-laba peloncat) dan Lycosidae (laba-laba serigala) merupakan contoh yang mudah ditemukan di sekitar kita. Mereka umumnya aktif pada siang hari (diurnal). Salticid memburu mangsa dengan bantuan benang sebagai pengaman sehingga membentuk semacam trek, karena kelompok ini umumnya arboreal. Sedangkan laba-laba serigala biasanya berburu di tanah atau pada pangkal tanaman rendah. Beberapa laba-laba bahkan nampak memiliki kecerdasan yang luar biasa. Mereka dapat menyusup ke dalam koloni musuh karena mengembangkan adaptasi morfologi hingga menyerupai musuh.
Bagheera kiplingi (Salticidae) mungkin memiliki perilaku yang paling aneh dalam dunia laba-laba. Jenis yang ditemukan di Amerika tengah ini merupakan laba-laba yang pertama kali diketahui sebagai vegetarian, karena nutrisi utama mereka di ambil dari dedaunan dan nektar.
Foto: 'sit-waiting and then rapidly atacking' strategy in Sparassid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar